Cinta dapat membawa seseorang kepada
kebahagiaan yang hakiki. Tapi, kebanyakan manusia hanyut dalam arus cinta
sehingga mereka tenggelam dalam kesengsaraan dan penderitaan.
Ibnul Qayyim Al-Jauziy menyebutkan bahwa
ada beberapa jenis cinta yang harus dibedakan agar tidak timbul persepsi yang
salah.
1. Mahabbatullah
(Cinta kepada Allah)
Cinta kepada Allah adalah cinta yang
sebenar-benarnya, cinta hakiki dan merupakan kewajiban bagi kita untuk
mewujudkannya.
2. Mahabbatu
ma yuhibbullah (mencintai apa yang dicintai Allah)
Agar dapat memperoleh cinta dari siapa
yang kita cintai, seharusnya kita mencintai apa yang ia cintai terlebih dahulu.
Jenis cinta mahabbatu ma yuhibbullah akan memasukkan seseorang ke dalam islam
dan mengeluarkannya dari kekafiran. Contohnya adalh cinta kepada Rasulullah SAW
dan cinta terhadap berbagai ibadah kepada Allah.
3. Al-Hubbu
fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di jalan Allah)
Jenis cinta ini merupakan syarat dari
kecintaan kepada apa yang dicintai oleh Alla. Mencintai apa yang dicintai Allah
tidak akn lurus kecuali jika ia mencintai karena Allah dan di jalan Allah.
4. Al-Mahabbah
ma’allah (cinta yang mendua kepada Allah)
Maksudnya, kita mencintai selain Allah
dan juga mencintai Allah dengan kadar yang sama. Tak diragukan lagi, ini adalah
“Cinta Syirik”. Setiap orang yang mencintai sesuatu dengan kecintaan yang sama
kepada Allah, bukan dilakukan karna Allah atau di jalan-Nya, ia telah
menjadikan objek yang dicintainya sebagai tandingan Allah.
5. Al-Mahabbah
ath-thabi’iyyah (rasa cinta yang manusiawi)
Cinta jenis ini memiliki kesesuaian
dengan watak dan naluri kita untuk mencintai. Ini bukan cinta yang dicela,
kecuali jika melalaikan kita dari mengingat Allah dan menyibukkan diri kita
dari cinta kepada-Nya.
Sumber dari Buku Tausiyah Cinta