This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 22 April 2015

Perpisahan


Perpisahan tidak semua akan berujung menyakitkan. Itu semua tergantung kita yang merasakan dan menilainya. Yakin sebuah perpisahan akan berujung baik nantinya. Karena dengan perpisahan itu sendiri kita belajar dan lebih mengerti akan pentingnya kehadiran seseorang dalam hidup ini. Tidak hanya itu, berawal dari perpisahan orang belajar bagaimana menjaga hati dan matanya. Jangan sampai menimbulkan rasa yang nantinya akan melukai diri sendiri dan orang lain. 

Catatan



Ketika aku tak lagi kagum denganmu, pahamilah jejakku. Dimana aku pernah menuliskan tentangmu dan menyapa namamu dalam sujud ku. Walaupun saat ini aku tak lagi bersamamu ketahuilah do’a ku selalu beriring dalam setiap perbuatan baikmu. Ketika ku sadar saat kau mulai tidak lagi bersamaku. Seakan-akan kau akan pergi meninggalkanku. 

Jenis cinta


Cinta dapat membawa seseorang kepada kebahagiaan yang hakiki. Tapi, kebanyakan manusia hanyut dalam arus cinta sehingga mereka tenggelam dalam kesengsaraan dan penderitaan.
Ibnul Qayyim Al-Jauziy menyebutkan bahwa ada beberapa jenis cinta yang harus dibedakan agar tidak timbul persepsi yang salah.
1.    Mahabbatullah (Cinta kepada Allah)
Cinta kepada Allah adalah cinta yang sebenar-benarnya, cinta hakiki dan merupakan kewajiban bagi kita untuk mewujudkannya.
2.    Mahabbatu ma yuhibbullah (mencintai apa yang dicintai Allah)
Agar dapat memperoleh cinta dari siapa yang kita cintai, seharusnya kita mencintai apa yang ia cintai terlebih dahulu. Jenis cinta mahabbatu ma yuhibbullah akan memasukkan seseorang ke dalam islam dan mengeluarkannya dari kekafiran. Contohnya adalh cinta kepada Rasulullah SAW dan cinta terhadap berbagai ibadah kepada Allah.
3.    Al-Hubbu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di jalan Allah)
Jenis cinta ini merupakan syarat dari kecintaan kepada apa yang dicintai oleh Alla. Mencintai apa yang dicintai Allah tidak akn lurus kecuali jika ia mencintai karena Allah dan di jalan Allah.
4.    Al-Mahabbah ma’allah (cinta yang mendua kepada Allah)
Maksudnya, kita mencintai selain Allah dan juga mencintai Allah dengan kadar yang sama. Tak diragukan lagi, ini adalah “Cinta Syirik”. Setiap orang yang mencintai sesuatu dengan kecintaan yang sama kepada Allah, bukan dilakukan karna Allah atau di jalan-Nya, ia telah menjadikan objek yang dicintainya sebagai tandingan Allah.
5.    Al-Mahabbah ath-thabi’iyyah (rasa cinta yang manusiawi)

Cinta jenis ini memiliki kesesuaian dengan watak dan naluri kita untuk mencintai. Ini bukan cinta yang dicela, kecuali jika melalaikan kita dari mengingat Allah dan menyibukkan diri kita dari cinta kepada-Nya. 

Sumber dari Buku Tausiyah Cinta 

Curahan Hati


Cinta ...
Bagai mutiara indah di balik karang
Putih, bersih dan suci di atas mahligainya
Menjadi satu isyarat tentang sebuah makna
Dalam keutuhan azzam yang membentang
Cinta ...
Cinta suci adalah segalanya
Cinta yang berharga dalam bilangan nama-Nya
Tak sebatas duniawi semata
Yang kita inginkan adalah cinta yang halal
Dalam setiap keberkahan-Nya
Dan engkau, akan menjadikan semakin berwarna
Dalam dekapan kasih sayang-Nya
Cinta Yang Halal..... 

Arti Cinta



Mahabbah atau Cinta adalah topik pembicaraan menarik yang selalu hadir di tengah-tengah manusia. Berbagai kalangan, baik tua maupun muda, pria maupun wanita senang membicarakannya.
Muhabbah secara harfiyah berarti “mencintai secara mendalam”. Jamil Shaliba mengatakan bahwa mahabbah adalah lawan dari bughd, atau ‘benci’. Atau dapat pula diartikan mawaddah (kasih sayang).
Menurut Imam Al-Ghazali, Mahabbah adalah kecenderungan hati kepada yang dicintainnya karena ia merasa senang berada di dekatnya, dan benci adalah kebalikannya, yaitu perasaan tidak senang terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengannya.
Ibnul Qayyim Al-Jauziy meriwayatkan beberapa ungkapan tentang cinta. Al-Abbas bin Al-Ahnaf berkata” Setiap manusia pasti memiliki cinta, tak ada kebaikan bagi orang yang tidak memiliki cinta”.
Abu Naufal pernah ditanya, “Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ? Dia menjawab, “Bisa, asalkan dia seseorang yang berhati keras dan kurang ajar, yang tidak memiliki keutamaan dan kepintaran. Walaupun seseorang hanya memiliki perangai dan akhlak penduduk Hijaz dan Irak yang paling rendah sekalipun, tentu dia tidak bisa menghindar dari yang namanya cinta”.
Ali bin ‘Abdah berkata “ Tidak mungkin seseorang bisa terlepas dari cinta, kecuali dia orang yang buruk perangainya, lemah, atau kurang waras”.


Rabu, 01 April 2015

Tiada kata seindah Cinta Tiada Luka sesakit Dusta



Mungkin hanya sebatas harap ketika rasa itu benar-benar pergi dariku.
Ketika aku pun lelah mengurai tanda tanya memang hanya sebatas harap.
Lelah jga pada akhirnya mungkin juga yang kau butuhkan adalah seperangkat perhiasan berkilau dari pada melihat wujud seorang penggila
Meski kau menolak anggapan itu, terlihat jelas di depan matamu.
Cinta sebatas mata dan situasi sungguh tidak indah kisah ini, aku tak mampu lagi menyerap luka.

  

Hidup itu pilihan


Seseorang bisa hadir dan hidup didunia ini karna suatu kehendak dari Sang Khalik ( Allah SWT ). Dari mulai kita kecil sampai nanti akan merasakan masa tua pasti ada hal-hal yang harus kita pilih, dan pilihan itu sendiri tidak hanya satu/dua pilihan bisa lebih bahkan banyak pilihan yang harus kita pilih salah satunya. Sebaik-baiknya pilihan adalah pilihan yang nantinya tidak membuat kita menyesal karena salah pilih. Semua pilihan ada ditangan masing-masing orang yang akan memilih.

Kita bisa ambil contoh, dalam masa remaja pilihan terberat adalah dimana kita harus memilih untuk mendahulukan sahabat atau kekasih. Jangan sampai pilihan kita malah bisa membawa kita kepada hal yang tidak baik. Maka kalau bisa kita tidak harus pacaran. Karna waktu kita sekarang adalah untuk mencari ilmu dan teman sebanyak-banyaknya. Dan tidak selamanya orang pacaran akan berujung bahagia. Jika nantinya hanya bisa menanggung resiko sakit hati untuk apa kita masih menjalaninya. Apakah dengan kita tidak pacaran kita akan diasingkan oleh teman-teman lainnya. Ohh tidak sama sekali.. itu tidak akan terjadi. Karna “Dimana Ada Cinta Disitu Pasti Ada Rasa Sakit”

Goresan Tinta



Cinta yang datang dengan beriringan waktu

Ketika kita merasa butuh akan hadir seseorang dalam hidup kita, kita akan merasakan bagaimana rasanya menantikan seseorang yang akan hadir nantinya. Semua akan berawal dengan sebuah kedekatan yang awalnya tanpa kita sadari akan terjadi sebuah ikatan.
 Disaat kita sudah merasa nyaman dengan hadirnya seseorang dalam kehidupan kita, yang akhirnya kita tidak bisa untuk terlalu jauh dengannya. Semua akan menjadi pilihan untuk kedepannya.
Kita harus memilih apakah dia pantas menjadi seseorang yang sepesial di hidup kita atau hanya sebatas teman tanpa kepastian. Semua hak ada pada diri kita sendiri bukan orang lain atau siapapun.
Kadang rasa nyaman itu sendiri akan mengalahkan semua keegoisan kita, sama halnya kita yang selalu ingin tetap dekat bersamanya, tetapi waktu berkata lain yang akhirnya akan memisahkan kita sesaat.