Mahabbah atau Cinta adalah topik
pembicaraan menarik yang selalu hadir di tengah-tengah manusia. Berbagai
kalangan, baik tua maupun muda, pria maupun wanita senang membicarakannya.
Muhabbah secara harfiyah berarti
“mencintai secara mendalam”. Jamil Shaliba mengatakan bahwa mahabbah adalah
lawan dari bughd, atau ‘benci’. Atau
dapat pula diartikan mawaddah (kasih
sayang).
Menurut
Imam Al-Ghazali, Mahabbah adalah
kecenderungan hati kepada yang dicintainnya karena ia merasa senang berada di
dekatnya, dan benci adalah kebalikannya, yaitu perasaan tidak senang terhadap
sesuatu yang tidak sesuai dengannya.
Ibnul
Qayyim Al-Jauziy meriwayatkan beberapa ungkapan tentang cinta. Al-Abbas bin
Al-Ahnaf berkata” Setiap manusia pasti memiliki cinta, tak ada kebaikan bagi
orang yang tidak memiliki cinta”.
Abu
Naufal pernah ditanya, “Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ? Dia
menjawab, “Bisa, asalkan dia seseorang yang berhati keras dan kurang ajar, yang
tidak memiliki keutamaan dan kepintaran. Walaupun seseorang hanya memiliki
perangai dan akhlak penduduk Hijaz dan Irak yang paling rendah sekalipun, tentu
dia tidak bisa menghindar dari yang namanya cinta”.
Ali
bin ‘Abdah berkata “ Tidak mungkin seseorang bisa terlepas dari cinta, kecuali
dia orang yang buruk perangainya, lemah, atau kurang waras”.







0 komentar:
Posting Komentar