Rabu, 22 April 2015

Arti Cinta



Mahabbah atau Cinta adalah topik pembicaraan menarik yang selalu hadir di tengah-tengah manusia. Berbagai kalangan, baik tua maupun muda, pria maupun wanita senang membicarakannya.
Muhabbah secara harfiyah berarti “mencintai secara mendalam”. Jamil Shaliba mengatakan bahwa mahabbah adalah lawan dari bughd, atau ‘benci’. Atau dapat pula diartikan mawaddah (kasih sayang).
Menurut Imam Al-Ghazali, Mahabbah adalah kecenderungan hati kepada yang dicintainnya karena ia merasa senang berada di dekatnya, dan benci adalah kebalikannya, yaitu perasaan tidak senang terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengannya.
Ibnul Qayyim Al-Jauziy meriwayatkan beberapa ungkapan tentang cinta. Al-Abbas bin Al-Ahnaf berkata” Setiap manusia pasti memiliki cinta, tak ada kebaikan bagi orang yang tidak memiliki cinta”.
Abu Naufal pernah ditanya, “Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ? Dia menjawab, “Bisa, asalkan dia seseorang yang berhati keras dan kurang ajar, yang tidak memiliki keutamaan dan kepintaran. Walaupun seseorang hanya memiliki perangai dan akhlak penduduk Hijaz dan Irak yang paling rendah sekalipun, tentu dia tidak bisa menghindar dari yang namanya cinta”.
Ali bin ‘Abdah berkata “ Tidak mungkin seseorang bisa terlepas dari cinta, kecuali dia orang yang buruk perangainya, lemah, atau kurang waras”.


0 komentar:

Posting Komentar